Make your own free website on Tripod.com
 

Artikel

Profil      Lautan Cinta       Catatan Perjalanan       Galeri       Artikel       Dokter ABG       Buku Tamu

 

Profil

Lautan Cinta
Kata Cinta
Mimpi Cinta

Catatan Perjalanan
Kenapa Riss....??
Aku dan Aba
Hana
Nurani

Galeri
Ekspresi
Kata Hati
* Untaian 1
* Untaian 2
* Untaian 3

Artikel
Awal Yang Fantastik
Perjalanan Awal Kehidupan
Pertumbuhan Sel Sperma
Pertumbuhan Sel Telur
Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi

Dokter ABG

Buku Tamu



CONTOH KASUS

 

     "Saya hamil pertama kali kelas 2 SMP. Biasa, akibat ML (making love) dengan pacar saya yang mahasiswa. Saya sering diajak ke tempat kostnya. Awalnya cuma duduk-duduk, atau dia mengajari saya matematika. Tapi kemudian tidur-tiduran sambil berpelukan. Akhirnya kami ML. Heran, saya tidak menyesal atau takut, malah menyukainya dan ketagihan. Setiap ada kesempatan kami melakukannya".

        Setelah beberapa bulan pacaran barulah diketahui bahwa Lili hamil. Karena bingung, segala cara ditempuh, termasuk dengan meminum pil dan jamu, lalu ke dokter kandungan untuk minta aborsi. Biaya aborsi waktu itu Rp. 60.000,-. Kehamilan kedua terjadi saat SMA. Dengan alasan yang sama, kali ini Lili berinisiatif sendiri mengajak pacarnya mencari dokter kandungan agar bayinya di aborsi. Biayanya Rp. 90.000,-. Setelah kuliah, gaya hidup kota yang makin bebas menjangkitinya parah. 

    "Saya mendapat pacar baru, kakak kelas saya. Kehidupan saya makin bebas. Saya sering ke pesta, diskotik. Sesekali nenggak ekstasi, tapi heran nggak nyandu. Karena pola hidup boros, atas persetujuan pacar, saya melayani om-om berduit....Hasilnya lumayan, sekali kencan singkat bisa dapat Rp. 250.000,-. Kalau sampai kencan menginap, ya bisa Rp. 400.000-Rp. 600.000...."

      Akibat dari gaya hidup bebas itu, bulan lalu ia hamil lagi. Karena pacarnya yang masih mahasiswa belum mau menikah dan belum mau punya anak, serta penghasilan belum mamadai untuk berumah tangga, maka aborsi kembali dilakukan untuk kesekiankalinya. 

      Lili bukanlah orang yang tidak tahu resiko aborsi. Ia tahu aborsi bisa berakibat kanker rahim, infeksi, tidak punya anak, kematian, atau berurusan dengan hukum. Tapi tanggapannya terhadap segala resiko itu cukup enteng. 

"Tapi bagaimana ya, kalau kandungan dipelihara, saya justru merasa lebih ngeri lagi".

Jerman Nazi membuat undang-undang yang mengijinkan pemusnahan anggota masyarakat (Holocaust) yang "tak berguna". Kini kita melihat kejadian yang sama muncul lagi. Manusia yang tidak di cintai dan tidak di inginkan untuk lahir, di bantai dengan kejam. Di masa mendatang mungkin orang-orang tua renta, orang-orang cacat, orang-orang idiot (terbelakang) akan mendapatkan perlakuan yang sama ?. 

Marilah kita bangkit menghadapi suatu fakta bahwa kemerosotan moral dan akhlak manusia sedang terjadi di tengah-tengah masyarakat kita. 

(renungkanlah)

Sumber :
Bulletin "PRO-LIFE" (edisi khusus)
oleh Pondok Hayat-Surabaya
 
Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi
Contoh Kasus

          HOME        BACK

                                          

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Anda tak dapat hidup cukup lama untuk melakukan semua kesalahan itu sendiri (Martin Vanbee)