Make your own free website on Tripod.com
  LAUTAN CINTA

Profil       Lautan Cinta        Catatan Perjalanan        Galeri        Artikel        Dokter ABG       Buku Tamu

 

Profil

Lautan Cinta
Kata Cinta
Mimpi Cinta

Catatan Perjalanan
Kenapa Riss....??
Aku dan Aba
Hana
Nurani

Galeri
Ekspresi
Kata Hati
* Untaian 1
* Untaian 2
* Untaian 3

Artikel
Awal Yang Fantastik
Perjalanan Awal Kehidupan
Pertumbuhan Sel Sperma
Pertumbuhan Sel Telur
Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi

Dokter ABG

Buku Tamu

 


 

MIMPI CINTA

 

         "Cinta adalah jalan pintas menuju perubahan. Betapa banyak jiwa yang berubah menjadi baik disebabkan oleh cinta. Betapa banyak akal yang terhenti dikarenakan oleh cinta"

        Kalimat di atas pernah diucapkan oleh seorang bernama Jasmin Badr al-Muthawwi, kalimat yang menggambarkan kekuatan dasyat yang dapat ditimbulkan oleh cinta. Semua manusia, siapapun dia, akan mengakui kebutuhannya akan cinta. Walaupun berbeda-beda dalam mengekspresikan cinta itu, tergantung persepsi mereka masing-masing tentang cinta. Jika persepsi mereka benar dan suci tentang cinta, tentu akan membawa kemaslahatan bagi seluruh umat manusia. Sebaliknya jika salah persepsi dan salah mengarahkannya justru akan membawa dampak buruk bagi diri mereka sendiri, juga umat manusia di muka bumi ini. Tentunya hal terpenting  yang harus diperbuat adalah bagaimana kita harus mampu mengelola cinta ini agar tidak salah persepsi dan salah mengarahkan karena bila demikian akan berdampak pada kesalahan dalam mengekspresikannya pula.

           Cinta adalah satu-satunya mutiara yang dapat memberikan keamanan, ketentraman, dan perdamaian. Kita mencintai segala sesuatu dan segenap insan, bahkan mencintai kesulitan dan rintangan sebagaimana kita mencintai nikmat dan kesenangan. Rintangan dapat membangkitkan semangat dan kekuatan untuk mengatasinya, sehingga jiwa bangkit dan bergerak dengan hebatnya. Pengorbanan dalam cinta menjadi sesuatu yang wajar. Sebab pengorbanan merupakan resiko dan ujian cinta yang menuntut pembuktian. 

        Nikmat dan kesenangan bagai angin yang dapat mendinginkan dan melembutkan panas gelanggang perjuangan. Kita mencintai alam seluruhnya, permulaan dan kesudahan, kematian dan kehidupan, serta kemudahan dan kesulitan yang ada di dalamnya. Aura cinta yang mampu menerobos ke seluruh lorong kehidupan seperti itu hanyalah dimiliki oleh individu yang di dalam jiwanya selalu gelisah, gelisah karena rindu, rindu terhadap Zat yang telah menciptakan suatu rasa yang bernama cinta itu. Individu yang mengkspresikan rasa cintanya dalam segala bentuk di setiap sisi kehidupannya hanya kepada Zat Yang Maha Rahman dan Rahim, Allaah SWT. 

        Itulah ekspresi cinta yang kita teladani dari Rasulullaah dan para sahabatnya, sekumpulan pecinta yang selalu saja membuat kita merasa malu dan minder bila berkaca akan besarnya cinta dan keimanan mereka. Mereka memiliki logika cinta yang sulit dipahami oleh semua manusia, kecuali bila kita sudah merasakan cinta itu sendiri. Mereka adalah sekumpulan manusia yang rela mengorbankan apa saja yang dimilikinya, baik harta maupun nyawa demi cintanya pada Allaah.  

        Begitu pula dalam menebarkan ukhuwah sikap mereka bukan saja dalam bentuk kenal-mengenal, membagi kesenangan, tolong-menolong, saling menopang dalam kebenaran, tetapi juga menanggung derita dan kesusahan.  Bahkan ada diantara mereka yang syahid pada sebuah peperangan untuk mempersilahkan sahabatnya terlebih dahulu meminum air yang sebenarnya sudah berada di depan mulutnya. Sikap yang begitu simpatik dan indah, yang ditanam Rasulullaah SAW selalu terpancar pada diri mereka.

        Rasulullaah SAW berhasil menanamkan ruh cinta ke dalam jiwa para sahabat. Ruh cinta yang bersatu dengan ruh iman dimana keduanya terus menyertai denyut hati, langkah kaki dan ketajaman akal mereka dalam kehidupannya. Ukhuwah/kasih persaudaraan yang diaplikasikan oleh Rasulullaah dan para sahabat adalah fenomena bersejarah dalam dunia cinta, Sanggupkah kita menirunya ?, demi tercapainya suatu tatanan masyarakat yang harmonis, tanpa kekerasan, perang, dan konflik berkepanjangan,  semoga. Selamat mengaruhi lautan cinta !

HOME        BACK                      

 

Apabila kamu tidak dapat memberikan kebaikan kepada orang lain dengan kekayaanmu, berilah mereka kebaikan dengan wajahmu yang berseri-seri, disertai akhlak yang baik (Nabi Muhammad SAW)