Make your own free website on Tripod.com
 

Catatan Perjalanan

Profil     Lautan Cinta      Catatan Perjalanan      Galeri     Artikel      Dokter ABG      Buku Tamu 

 

Profil

Lautan Cinta
Kata Cinta
Mimpi Cinta

Catatan Perjalanan
Kenapa Riss....??
Aku dan Aba
Hana
Nurani

Galeri
Ekspresi
Kata Hati
* Untaian 1
* Untaian 2
* Untaian 3

Artikel
Awal Yang Fantastik
Perjalanan Awal Kehidupan
Pertumbuhan Sel Sperma
Pertumbuhan Sel Telur
Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi

Dokter ABG

Buku Tamu



HANA

        "jadi Hana jualan untuk biaya sehari-hari Hana dan Nenek ?" tanyaku meyakinkan ceritanya, "iyaa, untuk sekolah juga", "oooo...., oh iyaa....di sekolah Hana dapat rangking nggak ?", "dapat...rangking tiga...." dia menjawab malu-malu, "kata Bu Guru, kalau rangkingnya  Hana bisa naik, Bu Guru yang mau bayar uang sekolah Hana" dia meneruskan jawabannya sendiri. "Wahhh Hana pandai juga yaa....", aku kagum memujinya, dia tersenyum malu-malu. 

        "oh... iya...kalau sudah besar Hana suka jadi apa ?", pertanyaanku tidak langsung dia jawab, dia nampak berpikir, "hayo....Hana suka jadi apa....?" tanyaku lagi agak bercanda, dia tetap terdiam dan menggeleng, "nggak tahu" jawabnya singkat, dan perhatiannya langsung beralih pada segelas coca-cola di mejanya, dia sedot minumannya dengan agresif, sejenak dia berhenti dan memutar-mutar sedotannya dengan perlahan, cermat aku memperhatikan gerak-geriknya, tak kuduga dia mendongak menatapku bening penuh harap 

        "kakak....Hana pingin jadi kayak Bu Guru", ternyata dia masih memikirkan pertanyaanku, lirih suaranya menjawab itu. "oh iyaa...?? Hana pingin jadi guru ?", dia mengangguk, "bisa nggak....?" lanjutnya menggantung, "bisa, kenapa nggak ?" potongku cepat, "Hana bisa jadi guru, asal Hana rajin belajar, lagi pula Bu Guru bilang mau bantu Hana khan ?", aku meyakinkannya, tapi dia terlihat masih bimbang tidak antusias dengan apa yang baru saja kuucapkan, entah apa yang dipikirkannya. "Oh iyaa....kakak sudah harus pulang" cepat aku melihat "lazio" yang melingkar di tanganku, 20:50 berarti cukup lama aku bercerita dengan Hana, cepat aku berkemas, kukeluarkan dompetku, yaaa....uang yang tersisa tidak menggembirakanku, akhir bulan bagi anak kost, tanpa pikir dua kali aku cepat membagi dua uang itu dengannya aku gampang pikirku, tapi Hana ?, dia sangat membutuhkan itu, cepat kuberikan uang itu, dia terheran-heran dan terlihat gembira dengan pemberianku, "belajar yang rajin ya de" pesanku terakhir. bergegas aku meninggalkan tempat itu tanpa melihatnya lagi. 

        Di jalan pulang aku menitikkan air mata, ma'afkan aku Hana aku bergegas meninggalkanmu tadi karena aku tidak sanggup melihat mu lebih lama, dan aku dapat menduga apa yang kamu pikirkan waktu menjawab pertanyaanku yang terakhir tadi. Ma'afkan aku karena hanya itu yang dapat aku berikan, andai aku mempunyai lebih..... aku ingin engkau......., Hana.....tidak seharusnya kamu malam-malam begini masih berada di jalanan, seharusnya kamu berada dalam selimut yang nyaman ditemani dongeng pengantar tidur dari mulut Ibunda, Yaa...Allaah jagalah Hana, juga Hana-Hana yang lain dibawah atap-Mu. Yaa Allaah Sayangi dan Periharalah mereka selalu dalam Kasih-Mu. 

********

Untuk Hana di manapun kamu berada kini.....

akhir Maret 2001

Kenapa Ris.....??  

Aku dan Aba

Hana

Nurani

       HOME        BACK        NEXT

Agar dapat membahagiakan seseorang isilah tangannya dengan kerja, hatinya dengan kasih sayang, pikirannya dengan tujuan, ingatannya dengan ilmu yang bermanfaat, masa depannya dengan harapan dan perutnya dengan makanan (Frederick E. Crane)