Make your own free website on Tripod.com
 

Artikel

Profil      Lautan Cinta       Catatan Perjalanan       Galeri       Artikel       Dokter ABG       Buku Tamu

 

Profil

Lautan Cinta
Kata Cinta
Mimpi Cinta

Catatan Perjalanan
Kenapa Riss....??
Aku dan Aba
Hana
Nurani

Galeri
Ekspresi
Kata Hati
* Untaian 1
* Untaian 2
* Untaian 3

Artikel
Awal Yang Fantastik
Perjalanan Awal Kehidupan
Pertumbuhan Sel Sperma
Pertumbuhan Sel Telur
Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi

Dokter ABG

Buku Tamu



Fakta Seputar Aborsi

Dalam seminar "Kehamilan Yang Tak Direncanakan" yang dibawakan oleh Prof. DR. J. E. Sahetapy, S.H. dan Prof. dr. Farid A.M. pada tahun 1996 di Surabaya, terungkaplah suatu data penting yaitu besarnya angka aborsi di Indonesia (dengan jumlah penduduk sekitar 200 juta jiwa) mencapai 1.000.000 jiwa setahun. Informasi ini dibenarkan juga berdasarkan penelitian Terry Hull, dkk (1993) dan Prof. Dr. Tjitrarasa (1994) dari kumpulan KB di Bali. Bandingkan dengan besarnya angka aborsi di Amerika (dengan jumlah penduduk hampir 300 juta jiwa) yang mencapai 1.500.000 jiwa setahun. Ternyata nilai persentasinya hampir sama. Yang berbeda, aborsi di Amerika adalah perbuatan legal sedangkan di Indonesia adalah ilegal. Dapatkah anda bayangkan berapa besarnya angka aborsi di Indonesia seandainya hal itu di legalkan ? 

Pemicu Aborsi :

Menurut Dr. Handrawan Nadesul, pengamat masalah kesehatan, jika dicermati, sedikitnya ada 7 sebab mengapa substansi seks menguasai pikiran masyarakat sekarang dan menjadi pemicu perilaku aborsi.

  1. Akibat siaran televisi yang lebih permisif membeberkan materi seksualitas.
  2. Pergaulan pria-wanita dewasa sekarang jauh lebih membaur dibandingkan masa lalu.
  3. Nilai-nilai penghalang makin longgar. Makin meningkatnya soal yang dulu masih sangat pribadi: meluasnya alat kontrasepsi, makin mudahnya mencari seks ilegal, atau aksesori seks dan bacaan seksualitas, hadirnya reparasi selaput dara (hymenoplasty).
  4. Mungkin karena pengaruh agama semakin kendur. Iman semakin lemah dan moral sering tak bekerja.
  5. Mungkin usia pubertas kawula muda sekarang lebih dini dibandingkan generasi terdahulu, sedangkan usia kawin cenderung mundur.
  6. Mungkin orang-orang modern melihat seks lebih sebagai rekreasi ketimbang prokreasi.
  7. Industri iklan seks yang tambah hari tambah marak.

Latar Belakang Perilaku Aborsi

Ada banyak faktor yang menuntun kita kepada perilaku aborsi ataupun yang dihasilkan oleh perilaku aborsi, antara lain :

Pergaulan bebas : perilaku free sex dan free love yang menjadi pola gaya hidup para ABG    dan muda-mudi kita.

Perselingkuhan : penyelewengan suami atau istri dengan WIL atau PIL dengan berbagai macam alasan pembenaran.

Kejahatan Seksual : meningkatnya pemerkosaan dan pelecehan seksual ikut memberikan andil terhadap besarnya angka aborsi saat ini.

Hamba Uang dan Nafsu : pelacuran dewasa maupun anak-anak, petualangan seks, tekanan ekonomi, cinta akan uang dan kesenangan mengumbar kehidupan amoralitas.

Judi, Miras, dan Obat Bius : merupakan dunia kehidupan lain bagi kebanyakan pelaku aborsi.

Abuse : banyak juga bayi-bayi yang gagal di aborsi akhirnya hidup tidak selayaknya, tertolak, tertekan dan tersiksa oleh kejahatan orangtuanya.

Contoh Kasus

Ini adalah salah satu kisah pelaku aborsi yang dikutip dari majalah Gatra, 6 Desember 1997.

Lili (nama samaran), 20 tahun, seorang mahasiswi semester IV sebuah perguruan tinggi di Jakarta Selatan. Cewek berparas manis, anak nomor 2 dari 5 bersaudara ini tinggal di kos dekat kampusnya. Ia mengaku telah tiga kali membuang janinnya dengan alasan belum siap menjadi ibu dan tak ingin mencorengkan aib di kening keluarganya. Simaklah petikan penuturan Lili berikut ini :   NEXT

Biarkan Mereka Hidup
Fakta Seputar Aborsi
Contoh Kasus

          HOME        BACK        

      

Setiap jantung yang berdetak kuat dan penuh sukacita, menyingkirkan segala dorongan nafsu dan bahkan bisa memperbaiki yang sudah menjadi kebiasaan manusia (Robert Louis Stevenson)